Showing posts with label Forex Education. Show all posts
Showing posts with label Forex Education. Show all posts

Free Forex Signal


SIGNAL FOREX GRATIS@. Free forex signals use costum technical indicator, among them Candlestik, Moving Avarage, Bolinger Bands, and the Momentum that formulated and was combined with some tools like the pivot point, trend line, brain trend, and great trend. The experience of some online forex traders that used this free signal said that they make profit 50-100 pips per day.

We use the level of confirmation as the reference to entry. signals that was given by us contained levels of confirmation, good the level of confirmation sell, also the level of confirmation buy. You should consider whether the level confirmation is break.

We hope this free signal forex can help you all traders to make profits and can minimalisir Loss. You can chat with us via Yahoo Messanger: signal_forex_gratis, if you want to know the others pair signal or if you have a question about we are recomendation signal.

Recomendation Signal Today


EUR/USD

* Sell at level 1.3084 TP (1) 1.3052 TP (2) 1.3010 TP (3) 1.2958
* Buy at level 1.3215 TP (1) 1.3243 TP (2) 1.3283 TP (3) 1.3330

GBP/USD

* Sell at level 1.4580 TP (1) 1.4544 TP (2) 1.4500 TP (3) 1.4447
* Buy at level 1.4805 TP (1) 1.4825 TP (2) 1.4865 TP (3) 1.4912

GBP/JPY

* Sell at level 146.30 TP (1) 146.00 TP (2) 145.66 TP (3) 145.10
* Buy at level 148.13 TP (1) 148.42 TP (2) 148.81 TP (3) 149.28
Ukuran huruf

Read the Instructions signal

Hot News...
Get free software and any tools of technical analysis…


"Good Luck & Have a Nice Trading"

Read More......

Apa itu Resiko

SIGNAL FOREX GRATIS@. Ada 2 pernyataan yang sering di dengar oleh seorang investor atau trader forex:
1. Jangan Berinvestasi di dunia forex, karena sangat beresiko
2. Berinvestasilah di dunia forex, karena itu investasi yang paling tinggi returnnya

Dua pernyataan yang saling bertolak belakang tersebut terjadi karena perbedaan sudut pandang. Pernyataan pertama melihatnya dari sudut resiko, sementara pernyataan kedua melihatnya dari sudut potensi income yang sangat menggiurkan.

Ok, Baik, mari kita sederhanakan persoalan ini dengan melihat contoh berikut :

  1. Mr. X, seorang PNS, memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Lalu dia putuskan untuk membuka warung depan rumahnya. Untuk modal awalnya dia mengambil kredit perbankan 10 juta dengan jaminan SK PNSnya. Setelah mengisi warungnya dengan berbagai jenis barang kebutuhan, lalu dia meminta istrinya untuk menjaganya. Apa yang terjadi, sebulan pertama setelah warungnya di buka, ternyata Mr. X mendapati bahwa ternyata warungnya kurang pelanggangnya. Para tetangga lebih sering belanja, di warung sebelah, yang berjarak satu rumah dari warung Mr. X. Setelah diamati, oh..,Mr X menjual lebih mahal dari harga warung disebelahnya. Hal ini terjadi karena Mr X membeli barang-barang jualannya lebih mahal dari warung disebelahnya. Beberapa bulan kemudian, karena lesunya penjualan warung di tambah dengan persoalan lain, seperti tiadanya pengetahuan tentang managemen keuangan. Akhirnya Mr. X memutuskan untuk menutup warungnya dengan kerugian sekitar 10 juta di tambah tunggakan kredit perbankan setiap bulannya.
  2. Mr. Y, Seorang pedagang asongan. Setelah beberapa tahun berjualan asongan, Mr. Y yang baru berumur 15 tahun, memiliki keinginan untuk meningkatkan penghasilannya. Setelah dipikirkan secara matang dan menyususn rencana, Mr. Y lalu melakukan survey. Hasilnya dia menemukan toko yang mau memberinya harga lebih murah 10-20 %, dari toko yang selama ini menyuplainya. Kedua, Mr. Y, dijanjikan bonus, jika omzet penjualannya diatas 10 juta perbulan. Setelah melakukan evaluasi sederhana, Mr Y memutuskan untuk beralih supplier. Hasilnya, Beberapa Bulan kemudian Mr. Y mampu meningkatkan pendapatannya sekitar 50 %, karena dia juga menjadi sub-suplier bagi sesamanya penjual asongan.

Dari contoh sederhana diatas dapat ditarik kesimpulan :
1. Mr. X mengalami kerugian karena tidak melakukan analisa kelayakan usaha dan tergesa2. Selain itu juga karena Mr X tidak memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang bagaimana mengelolah warung
2. Mr. Y mampu meningkatkan pendapatan karena Mr Y tahu betul tentang usaha yang dijalankan serta Mr Y mau melakukan analisa sebelum mengambil keputusan tentang pengembangan usahanya.
3. Resiko adalah kurangnya pengetahuan.
4. Resiko dapat dimanage dengan cara meningkatkan pengetahuan

RUMUS SEDERHANANYA :

KURANG PENGETAHUAN = KERUGIAN
BANYAK PENGETAHUAN = KEUNTUNGAN

Rumus sederhana ini berlaku untuk semua hal, termasuk di dunia FOREX.
Pepatah Bijak mengatakan “ jangan melakukan sesuatu, jika engkau tidak memiliki pengetahuan didalamnya. Tetapi jika ingin mendapatkan pengetahuan, maka berbuatlah dan jangan berhenti karena semakin sering anda melakukannya, maka anda akan menjadi MASTER.

“Jangan mengendarai sepeda jika anda tidak tahu caranya, tetapi jika anda ingin tahu cara mengendarai sepeda, maka kendarailah. Sekali, dua kali, tiga kali anda jatuh, tidak jadi masalah, karena semakin sering anda jatuh semakin dekat anda dengan kesuksesan".

Save Your Trading



Read More......

Langkah Meraih Profit di Dunia Forex :


Signal Forex GRATIS@. Dunia forex online trading, memang sangat menjanjikan, bukan hanya karena investasi awalnya dah sangat terjangkau, malah ada broker yang memberikan bonus ketika registrasi, tetapi forex menjanjikanpotensi income yang luar biasa. Nah, bagaimana cara atau langkah-langkah untuk bisa meraup profit? Dibawah ini akan dijelaskan langakah demi langkah:
  1. Mengatur emosi. Sebaiknya sebelum buka komputer, anda bertanya pada hati kecil, apakah anda sudah siap trading, apakah mental anda sudah siap menghadapi pasar, (Kaya’ mau perang aja,he..he). Jika mental dan emosi anda tidak stabil, sebaiknya jangan memaksakan Trading. Mau tahu akibatnya Trading dengan emosional, Baca Disni
  2. Melakukan Analisa. Setelah login account, lakukan analisa fundamental, seperti mempelajari berita atau news yang akan dirilis pada hari itu. Setelah itu dilanjutkan dengan analisa teknikal untuk mengetahui kecendrungan dan karakteristik gerak sebuah pair. Dari analisa tersebut akan diketahui level-level konfirmasinya.
  3. Siap-siap entry jika gerak pair dah menyentuh level konfirmasinya. Dilarang Keras entry jika pair tidak konfirm, kecuali untuk teknik scalp atau swing.
  4. Lakukan entry di level koreksi. Maksudnya, sebuah pair ketika menyentuh level konfirmasi, kecendrungannya akan mengalami koreksi. Setiap pair berbeda-beda karaktaristiknya, misalnya eur/usd, koreksinya 15-25 pips, gbp/usd, 20-35 pips, dll. Tetapi terkadang juga pair tersebut koreksinya antara 50-100 pips. Itulah pentingnya memperhatikan karakteristik harian dan mingguan sebuah pair.
  5. Atur Target Profit (TP) dan Stop Loss (SL).
  6. Setelah target profit anda tercapai, sebaiknya anda sign out. karena jika anda lanjut, penyakit SERAKAH akan datang menggoda. Atau sebaliknya, jika anda mengalami 3 kali loss apalagi berturut-turut, sebaiknya ada juga sign out, karena jika anda lanjut, 90 % dipastikan anda akan loss lagi. INGAT, Masih ada hari esok!!!

“SAVE YOUR TRADING”


Read More......

Management Resiko


SIGNAL FOREX GRATIS@. Forex trading tergolong sebagai investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.

Faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai forex trading :
  1. Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
  2. Arus dana sangat cepat (very liquid)
  3. Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin pasti untung 100%
Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading.

Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus meperbaiki dirinya.

Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:

1. Cut loss
Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Detail Kasus Lainnya:

Bapak Ronny membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah quantity 10000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820.
Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Bapak Ronny rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Profit dan Loss dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 10000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 10000
Loss = -0.0025 x 10000
Loss = $-25 (Bapak Ronny mengalami kerugian $25)

2. Switching
Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.

Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.

Contoh kasus

Neng Cantik memperkirakan harga akan NAIK. Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dan mendapat selisih Keuntungan. Tapi ternyata bukannya naik, malah TURUN harganya.

Dan setelah analisa ulang, Neng Cantik berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH. Jadi apa yang harus dia lakukan ? Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian, lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang Dia memutuskan menutup posisi Buy nya yang merugi dan kemudian membuka posisi baru Sell (dengan harapan harga akan turun). Dan ternyata harga terus turun sehingga dia mengalami keuntungan melebihi kerugian yang diterima di posisi Buy yang dia tutup sebelumnya. Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan.

Tips Untuk Anda:
  1. Lakukan hanya bila prediksi keuntungan switching melebihinilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.
  2. Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga

Detail Kasus:

Bapak Ronny membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 30000. Bapak Ronny memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Bapak Ronny ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 30000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 30000
Loss = -0.0025 x 30000
Loss = $-75 (Bapak Ronny mengalami kerugian $75)

Kemudian Bapak Ronny menganalisa lagi dan memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Bapak Ronny membuka posisi Sell dengan Quantity sebanyak 20000 pada 1.8820. Tak beberapa lama harga terus turun hingga berada di kisaran 1.8730. Pada akhirnya Bapak Ronny menutup posisinya pada 1.8740. Bapak Ronny mendapatkan keuntungan 80 point (1.8820 - 1.8740 = 0.0080)

Profit/Loss = (1.8820 - 1.8740) x 20000
Profit = 0.0080 x 20000
Profit = $160

Keseluruhan hasil dari dua trading tadi adalah
Trading I = -$75
Trading II = $160
Laba = $160 - $75 = $85 atau Rp765.000,- ($1 = Rp 9000)

3. Averaging
Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar.

Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali!

Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Contoh Kasus
Neng Cantik memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy. Namun harga ternyata bergerak turun. Neng Cantik segera menganalisa lagi dan kesimpulannya harga hanya akan turun sesaat dan akan kembali naik sesuai analisa sebelumnya Dia memutuskan membuka posisi buy baru saat harga turun sehingga ketika harga naik kembali dia bukan hanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligus. Ternyata benar, tidak lama kemudian harga naik dan kemudian Neng Cantik menutup kedua posisi nya tersebut, yang pertama dan yang kedua.

Detail Kasus:

Bapak Ronny membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 20000. Bapak Ronny memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825.
Bapak Ronny kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8825 dengan jumlah
10000. Dia juga memasang Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1.8900.
Dengan demikian Bapak Ronny mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :

Posisi I :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8850) x 200000
Profit = 0.0050 x 20000
Profit Posisi I = $100

Posisi II :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8825) x 10000
Profit = 0.0075 x 10000
Profit Posisi II = $75

Jumlah Profit kedua posisi : $160 + $75 = $235 atau Rp2.115.000,- ($1 = Rp9000)

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengetahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi didunia forex. Kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. Yang penting Anda belajar dan belajar terus


" Save Your Trading "

Read More......

Data-Data Ekonomi

Perkembangan ekonomi sebuah negara sangat berpengaruh terhadap pergerakan mata uangya. Dalam arti pasar, akan merespon secara cepat setiap perkembangan ekonomi yang terjadi. Oleh karena itu bagi seorang pelaku pasar atau trader harus mencermati baik-baik setiap data ekonomi yang dirilis. Data-data ekonomi tersebut senantiasa diupdate perkembangannya setiap minggu.

Ada beberapa situs yang melampirkan data-data ekonomi yang dirilis setiap minggu, diantaranya:

  1. www.actionforex.com
  2. www.forexfactory.com
  3. www.forexnews.com
  4. www.reuters.com
  5. Dll
Atau, anda bisa menonton siaran TV, diantaranya :
  1. CNBC
  2. Bloomberg

Berikut ini beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Dollar AS:

No.

Economic Indicator

Naik / Turun

US$

1

Average Earning

Naik

Menguat

2

Balance of Payment

Naik

Menguat

3

Budget Deficit

Turun

Menguat

4

Business Inventories

Turun

Menguat

5

Capacity Utilization

Naik

Menguat

6

Car Sales

Naik

Menguat

7

Chicago PMI (Purchasing Management Index)

Naik

Menguat

8

Constuction Spending

Naik

Menguat

9

Consumer Confidence Index (CCI)

Naik

Menguat

10

Consumer Credit (CI)

Naik

Menguat

11

Consumer Price Index (CPI)

Turun

Menguat

12

Consumer Spending (Expenditure)

Turun

Menguat

13

Cost of Living

Naik

Menguat

14

Current Acount

Turun

Menguat

15

Corporate Profit

Naik

Menguat

16

Deflasi

Naik

Menguat

17

Discount Rate

Naik

Menguat

18

Durabel Goods Orders

Naik

Menguat

19

Econimic Monetary System (EMS)

Naik

Menguat

20

Factory Orders

Naik

Menguat

21

Federal Budget

Naik

Menguat

22

Federal Reserve Fund

Naik

Menguat

23

Gross Domestic Product (GDP)

Naik

Menguat

24

Gross National Product (GNP)

Naik

Menguat

25

Housing Start

Naik

Menguat

26

Industrial Productions

Naik

Menguat

27

Invisible Trade

Turun

Menguat

28

Jobless Claims

Naik

Menguat

29

Leading Indicator

Naik

Menguat

30

Money Supply (M1, M2, M3, M4)

Naik

Menguat

31

National Association

Naik

Menguat

32

(NAPM)

Naik

Menguat

33

Non Farm Payrolls

Naik

Menguat

34

Personal Expenditure

Naik

Menguat

35

Personal Income

Turun

Menguat

36

Prime Rate

Naik

Menguat

37

Product Price Index (PPI)

Naik

Menguat

38

Public Sector Debt Repayment

Naik

Menguat

39

Retail Sales

Turun

Menguat

40

Trade Balance

Naik

Menguat

41

Trade Devicit

Turun

Menguat

42

Trade Weighted Index

Turun

Menguat

43

Unemployment Rate

Turun

Menguat

44

Unit Labour Cost

Naik

Menguat

45

Value Added Tax

Naik

Menguat

46

Visible Trade

Naik

Menguat

Read More......

Dasar-Dasar Trading Forex

SIGNAL FOREX GRATIS@. Foreign Exchange atau yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas) adalah merupakan suatu jenis perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (mulai dari hari Senin pk.4 pagi sampai dengan hari Sabtu pk.4 pagi WIB/GMT+7).


Menurut survei BIS (Bank International for Settlement bank sentral dunia), yang dilakukan pada akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar forex mencapai lebih dari USD$1,4 Trilyun per harinya. Dan di tahun 2006, nilai transaksi pasar forex telah melebihi USD$ 2 Trilyun per harinya. Dengan demikian, prospek investasi di perdagangan forex adalah sangat bagus , disamping itu forex juga sangat sulit untuk dapat dipermainkan pergerakan harganya oleh kalangan tertentu karena perputarannya yang sangat besar tersebut. Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi tersebut, FOREX juga telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (Return On Investment atau kembalinya nilai investasi yang telah kita tanam) serta profit yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya (biasanya rata-rata return berkisar lebih dari 5% - 20% per bulannya, bahkan bisa mencapai lebih dari 100% per bulannya untuk professional trader). Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka FOREX juga beresiko tinggi apabila anda tidak mempunyai pengetahuan yang cukup serta pengaturan manajemen resiko dengan baik.

Apa yang diperdagangkan di Forex ?
Jawabannya adalah Mata Uang. Di Forex Trading adalah memperjual-belikan mata uang yang satu terhadap mata uang yang lainnya. Dan biasanya menggunakan mata uang yang umum di dunia seperti USD, JPY, GBP, EUR, CHF, AUD, dan lain lain

Contoh:
- BUY GBP/USD yang artinya membeli mata uang Poundsterling dan menjual mata uang USDollar
- BUY USD/JPY yang artinya membeli mata uang USDollar dan menjual mata uang Jepang Yen
- SELL GBP/JPY yang artinya menjual mata uang Poundsterling dan membeli mata uang Jepang Yen


Pergerakan kurs harga di Forex dinamakan Point atau biasa disebut dengan Pip.
Contoh:
Pergerakan Mata Uang USD/JPY dari 118.00 ke 117.94 berarti bergerak sebesar 6 pip
Pergerakan Mata Uang GBP/USD dari 1.9030 ke 1.9120 berarti bergerak sebesar 90 pip


Bagaimana cara kerja Forex?
Di pasar valas (forex) ini kita bisa membeli ataupun menjual berbagai mata uang untuk mendapatkan keuntungan, dan Trading Forex bersifat “2 Ways Opportunity”, yaitu kita bisa meraih keuntungan dengan memanfaatkan order Buy ataupun Sell.
Jika kita meng-order dengan Buy dan kemudian harga kurs mata uangnya meningkat maka kita akan mendapatkan Profit, dan begitu pula dengan sebaliknya, jika Sell maka bila harganya menurun maka kita akan mendapatkan Profit. Tetapi jika kita meng-order dengan Buy dan kemudian harganya menurun maka kita akan menderita Loss (kerugian).
Profit ataupun Loss jika tidak kita tutup posisinya (diclose/diliquid) maka posisi order kita masih dianggap mengambang (floating) atau belum direalisasikan, sehingga dapat memungkinan terjadinya balik arah. Misalkan seorang Trader memasang perintah Buy dan kemudian ternyata harganya menurun, tetapi masih belum ditutup posisinya (belum diclose), maka Trader tersebut masih menderita floating loss, dan bila kemudian ternyata kurs harganya kembali naik melebihi posisi semula tadi maka Trader tersebut akan mendapatkan floating profit, dan bila open posisi yang floating profit tersebut ditutup (diclose) maka floating profit tersebut barulah akan direalisasikan menjadi profit yang sesungguhnya dan nyata.

BUY jika mengharapkan kurs harganya menjadi naik untuk mendapatkan Profit,
SELL jika mengharapkan kurs harganya menjadi turun untuk mendapatkan Profit
Contoh:
Misalkan seorang trader membeli 10,000 EURO (EUR) dibanding USDollar (USD) di awal tahun 2001 ketika harga EUR/USD saat itu adalah 0.9600. Berarti trader tersebut membeli 10,000 EURO dan menjual 9,600 USDollarnya Dan ketika pada tahun 2003 bulan Mei, Trader tersebut menjual kembali 10,000 EUROnya untuk dibelikan ke USDollar lagi dengan rate EUR/USD saat itu adalah 1.1800. Maka Trader tersebut akan memperoleh 11,800 USDollar dari penjualan 10,000 EUROnya.


Dari contoh diatas, maka Trader tersebut akan mendapatkan keuntungan (profit) sebesar :
11,800 – 9,600 = USD $2,200
Posisi Jual (Sell) sering disebut juga dengan istilah Bid ataupun Short, sedangkan Beli (Buy) sering disebut dengan istilah Ask ataupun Long

Spread Jual Beli
Di Forex, terdapat selisih perbedaan kurs harga Jual dan Beli, dan hal ini dinamakan dengan Spread. Harga kurs Jual (Bid) selalu lebih rendah daripada harga Beli (Ask).

Contoh : EUR/USD Bid 1.3000 Ask 1.3002
Bid = Jual ; Ask = Beli
Contoh diatas adalah menandakan spread harga Jual dan Beli dari EUR/USD yang sebesar 2 pip (atau 2 point).
Maksud dari spread ini adalah untuk menandakan selisih harga jual dan beli kita, yang dimana apabila jika kita meng-order dengan Bid maka selanjutnya kita harus melihat harga Ask nya untuk mengkalkulasi profit ataupun loss kita, dan begitu pula sebaliknya.
Jadi misalkan kita mengorder dengan Bid di angka 1.3000 (Bid (jual) berarti jika harganya turun maka kita akan mendapatkan profit) setelah itu kita melihatnya kemudian dari angka yang Asknya, sehingga apabila kemudian harga Ask nya turun lebih kecil daripada 1.3000 maka kita akan mendapatkan profit
Contoh :
Jam 6 sore posisi EUR/USD :
Bid 1.3000 Ask 1.3002

(Di saat tersebut kita order Bid di angka 1.3000)
Jam 7 sore posisi EUR/USD berubah menjadi :
Bid 1.2986 Ask 1.2988

(Di saat ini kita close posisi kita yg dari 1.3000 di angka 1.2988
lihat angka Ask-nya)
Di contoh ini , kita akan mendapatkan profit sebesar 1.3000 – 1.2988 = 12 pip
Bila kita order dengan Bid (Sell), dan kemudian jika angka Ask-nya bergerak turun lebih kecil dari angka Bid kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit.
Bila kita order dengan Ask (Buy), dan kemudian jika angka Bid-nya bergerak naik melebihi angka Ask kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit. Tetapi jika sebaliknya maka akan Loss.

Berapa nilai pergerakan per Pip (Point) nya ?
Untuk Trading Forex yang terhadap USDollar tersebut terdapat 2 macam jenis currency utama yang umum diperdagangkan yaitu yang berjenis Direct dan Indirect.
Contoh:
- Direct : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dll (yang .../USD)
- Indirect : USD/JPY, USD/CHF, dll ( USD/.... )


Nilai Per Pip nya yaitu :
Untuk mata uang yang Direct:
Per pointnya bernilai $10 (untuk penggunaan sebanyak 1 lot regular), sedangkan untuk penggunaan 0.2 lot nilainya adalah $2 per Pipnya, dan jika anda profit 15 point di EUR/USD dengan penggunaan 0.1 lot itu berarti = profit $15
Untuk mata uang yang Indirect:
Per pointnya bernilai sekitar $7 sampai $9 tergantung kursnya saat itu (untuk penggunaan sebanyak 1 lot), sedangkan untuk penggunaan 0.2 lot nilainya berkisar $1.4 sampai $1.8 per Pipnya, dan jika anda profit 15 point di USD/JPY dengan penggunaan 0.1 lot itu berarti = profit sekitar $12

Cara menghitung Profit dan Loss kita:
Contoh:
Semisal kita memulai trading Forex ini dengan modal awal sebesar US$5000, kemudian cara hitungan transaksi kita adalah:
Untuk mata uang Direct :
misalkan kita bertrading dengan modal $5000 di sebanyak 1 lot regular (atau quantity contract sizenya $100,000) dan kita melakukan Buy di EUR/USD di posisi 1.2000 dan kemudian diclose untuk take profit di posisi 1.2010, maka kita akan profit sebesar :
(1.2010 - 1.2000 ) x 1 lot x 100000 = $100 (profit)
atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya

Untuk mata uang Indirect:
misal kita bertrading dengan modal $5000 di sebanyak 1 lot regular (atau quantity contract sizenya $100,000) dan kita melakukan Sell di USD/JPY di posisi 110.10 dan kemudian diclose untuk take profit di posisi 110.00, maka kita akan profit sebesar :
((110.10 - 110.00 ) x 1 lot x 100000) / posisi close 110.00 = $90.91 (profit)
atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya.


CATATAN:
Anda bisa mengikuti Seminar Forex kami agar mengetahui lebih jelas dan details Saya Tidak Mempunyai Cukup Uang Untuk Membeli 10,000 EURO, Bagaimana ? Di Trading Forex jenis modern di kami dikenal dengan istilah Margin (jaminan), yang dimana maksud dari margin adalah seperti daya ungkit anda atau Leverage.


Fungsi dari Margin dan Leverage ini dapat membuat anda tidak perlu bermodalkan 10,000 EURO untuk bisa membeli 10,000 EURO tersebut, tetapi cukup dengan jaminan modal sebesar sekitar 100 EURO saja maka anda sudah bisa bertransaksi di sejumlah 10,000 EURO
Contoh Pengertiannya:
Anda ingin bertransaksi di mata uang USD/JPY sebanyak $10,000. Di Trading Forex modern anda tidak perlu membutuhkan modal sebanyak $10,000 untuk bisa bertransaksi di jumlah tersebut. Karena di Forex jenis modern ini anda bisa meminjam kepada market atau broker sebanyak $10,000 untuk digunakan bertrading, dan untuk pinjaman sebesar itu anda cukup memberikan jaminan sebanyak $100 saja dari modal anda kepada mereka.
Jadi ibaratnya seperti anda meminjam uang sebanyak $10,000 tetapi anda cukup menjaminkan aset anda sejumlah $100 saja. Dan resiko anda hanya sebesar $100 tersebut.
Dan bila nanti order anda tersebut sudah selesai diclose maka margin (jaminan) tersebut akan dikembalikan ke account portfolio anda lagi secara utuh.

CATATAN: Besarnya pinjaman tersebut (dalam contoh diatas yang $10,000)
disebut dengan istilah Contract Size atau Quantity

Pada umumnya leverage yang diberikan di Trading Forex Modern yaitu 1:100 atau dalam arti hanya membutuhkan 1% margin (jaminan) saja. Sehingga jika anda ingin membeli USDollar terhadap Jepang Yen (USD/JPY) sebanyak $10,000 maka anda cukup memberikan margin (jaminan) sebesar 1% nya saja dari $10,000 tersebut yaitu $100. Dan anda bisa bertrading seperti seolah-olah anda membeli bank note valas dengan modal $10,000 di bank atau money changer, padahal sebenarnya anda cukup mengeluarkan
modal jaminan $100 saja.
Fungsi dari 1:100 tersebut seperti daya ungkit anda yang bisa menaikkan kekuatan transaksi anda sampai sekitar 100x lipatnya, jadi semisal dengan modal margin $200 maka anda bisa bertrading di jumlah $200 x 100 = $20,000

Bagaimana bila saya ingin bertrading di kelipatan lebih dari 100x ?
Anda bisa memilih leverage yang lebih tinggi yaitu 1:200 ataupun diatasnya, yang dimana leverage yang semakin tinggi maka jaminan marginnya juga semakin kecil (lihat contoh-contoh dibawah)
Cara menghitung margin dengan leverage
Contoh:
- leverage 1:100 maka berarti (1/100)x100% = 1%
- leverage 1:200 maka berarti (1/200)x100% = 0.5%
- leverage 1:400 maka berarti (1/400)x100% = 0.25%

Cara menghitung margin (jaminan) yang dipakai untuk bertransaksi Pada umumnya 1 lot = quantity contract size $100,000 (regular) ; dan 0.1 lot = quantity
contract size $10,000 (mini)
(bisa anda tanyakan kepada broker anda akan besarnya quantity contract size pada satuan lotnya)
Untuk mata uang yang base currencynya adalah USD (USD/…) :
(contoh: USD/JPY, USD/CHF) , maka cara perhitungan margin jaminannya yaitu :
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin (untuk yang memakai satuan Lot)
atau
Margin = Quantity Contract Size x %margin (untuk yang memakai satuan Quantity)
Contoh 1:
Anda melakukan order BUY di mata uang USD/JPY sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin = 1 x 100000 x 1% = $1000
Contoh 2:
Anda melakukan order SELL di mata uang USD/CHF sebanyak 0.3 lot dengan leverage 1:200, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin = 0.3 x 100000 x 0.5% = $150
Untuk mata uang yang base currencynya adalah yang bukan USD (…/USD) :
(contoh: EUR/USD, GBP/USD) , maka cara perhitungan margin jaminannya harus dijadikan ke kurs USDollar dahulu, yaitu dengan cara :
(untuk yang memakai satuan Lot)
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin x Harga quote kurs saat itu
Atau (untuk yang memakai satuan Quantity)
Margin = Quantity Contract Size x %margin x Harga quote kurs saat itu
Contoh 1:
Anda melakukan order BUY (Ask) di mata uang EUR/USD sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.2998/1.3000, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 1 x 100000 x 1% x 1.3000 = $1300

Contoh 2:
Anda melakukan order SELL (Bid) di mata uang GBP/USD sebanyak 0.2 lot dengan leverage 1:500 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.9010/1.9014, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 0.2 x 100000 x 0.2% x 1.9010 = $76

Apa itu Margin Call ?
Margin call yaitu suatu keadaan yang dimana open posisi anda sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan lagi karena cash equity anda yang menipis, sehingga bisa mengakibatkan Loss Total dan harus anda Inject (tambah modal) sebelum terkena ini Jangan sampai trading anda mencapai Margin Call, oleh karena itu perhatikan
ketahanan point anda !!
Cara perhitungan margin call yaitu : (PENTING UNTUK DIKETAHUI !)
PERHITUNGAN MARGIN CALL YANG UMUM :
Contoh :
Misalkan modal awal anda adalah $1000 dan anda melakukan order SELL 0.2 lot di GBP/USD seperti contoh no.2 diatas. Maka margin (jaminan) yang digunakan adalah $76. Dan sisa modal balance anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin jaminan maka akan menjadi $1000 - $76 = $924 .
Dan karena anda menggunakan 0.2 lot, maka nilai pergerakan per pip nya menjadi $2 , dan dengan sisa modal yang sebesar $924 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss hingga $924 / $2 = 462 point. Sehingga bila loss anda melebihi tahanan tersebut (minus 462 point) maka open posisi anda akan otomatis diclose oleh system, karena untuk menghindari cash equity balance anda menjadi semakin negatif, dan ini dinamakan dengan terkena Margin Call.
Sehingga margin call itu berarti jika cash equity anda sampai turun (akibat loss) dibawah margin yang dijaminkan maka anda akan terkena margin call, dan open posisi anda akan diclose secara paksa dan otomatis oleh sistem.
Anda juga tidak dapat order jika Free Margin anda tidak mencukupi untuk quantity lot yang ingin anda order. Oleh karena itu sesuaikan penggunaan lotnya dengan kekuatan modal dan margin anda, dan perhitungkan pula aspek Margin Call.
Idealnya bertradinglah dengan maximum 20% cash equity anda, kecuali jika teknik anda memungkinan untuk order melebihi dari 20% secara aman Contoh: modal $2000, sebaiknya jangan order melebihi dari 0.4 lot di totalnya (quantity 40000)


Macam-Macam Perintah Order (order type)
Di Trading Forex terdapat beberapa tipe perintah order untuk melaksanakan transaksi anda, dan perintah order ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
Instant Executions
Yaitu order yang dilaksanakan di saat itu juga di harga sekarang di market (Running Prices Quote). Dan instant executions terdiri dari perintah order Buy dan Sell di market
Pending Orders
Yaitu order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu (ibaratnya seperti membooking posisi tempat terlebih dahulu)
Pending order dibagi menjadi 4 jenis yaitu :
BUY STOP:
Memasang (dengan membooking) BUY Diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar grafik dapat bergerak naik lagi supaya mendapatkan profit
SELL STOP:
Memasang (dengan membooking) SELL Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar grafik dapat bergerak turun lagi supaya profit.
BUY LIMIT:
Memasang (dengan membooking) BUY Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak naik supaya profit.
SELL LIMIT:
Memasang (dengan membooking) SELL Diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak turun supaya profit.
Disamping perintah-perintah order diatas, di Trading Forex juga terdapat istilah- istilah berikut untuk pelaksanaan order anda.
Take Profit (TP)
: Yaitu untuk target profit anda
Stop Loss (SL)
: Yaitu untuk membatasi kerugian anda (cut loss)
SL pada umumnya sebaiknya dipasang di setiap order anda, karena untuk membatasi kerugian anda agar tidak semakin terpuruk jika open posisi anda terkena loss

Fasilitas Trailing Stop
Trailing Stop yaitu suatu fasilitas yang dimana berguna untuk melindungi profit anda dari kerugian dengan cara menaikkan stop-lossnya setahap demi setahap secara otomatis berdasarkan dari jarak trailing stop yang anda set
Contoh Trailing Stop (dengan jarak 20 pips):
Anda melakukan order open BUY di GBP/USD pada harga 1.8500 dan kemudian harga bergerak naik hingga ke 1.8530, tetapi belum anda close karena anda ingin mendapatkan profit lebih maximal lagi, sehingga untuk melindungi agar profit anda tersebut tidak berbalik menjadi loss atau negatif maka anda bisa men-set perintah Trailing Stop ini, misalkan anda set jarak Trailing Stopnya dengan 20 pips, maka berarti stop loss anda akan diatur di jarak 20 pips dari running yang sedang berjalan dan akan naik bertahap sesuai dengan profit anda, yaitu kalau dalam contoh ini di angka 1.8510 (1.8530 – 20 pips), dan jika harga masih bergerak naik ke arah 1.8575 maka stop-loss anda akan naik juga ke 1.8555 (1.8575 – 20 pips), sehingga ketika harga dari 1.8575 tersebut berbalik turun maka stop loss anda tidak akan ikut turun, dan kemudian jika turun terus dan menyentuh ke 1.8555 maka posisi anda akan diclose otomatis dengan hasil profit sekitar 55 pips (1.8555 – 1.8500). Jadi dengan Trailing Stop maka profit anda bisa lebih maximal tanpa anda harus kuatir berbalik menjadi loss.
CATATAN:
Perintah transaksi diatas dapat anda modifikasi ordernya secara mudah, yang dimana jika anda pengguna software MetaTrader dapat anda modifikasi dengan cara klik kanan di posisi order anda tersebut (di menu terminal di bagian bawah), setelah itu pilih “modify order”. Dan bila anda ingin order posisi baru dapat menekan tombol F9 pada keyboard anda. Dan untuk bantuan Help dapat menekan tombol F1

Grafik (Chart)
Di Trading Forex dilengkapi pula dengan grafik pergerakan harga yang biasa disebut dengan Charting, dan Charting dapat pula dilengkapi dengan indicator-indicator yang dimana berguna untuk analisis secara teknikal. (untuk pengguna software MetaTrader dapat meng-klik kanan mouse anda di posisi grafik untuk memunculkan indicatornya) Disamping itu grafik dapat pula diset pembacaannya berdasarkan dari perjelasan perjeda waktu per-menit, per-jam, per-hari, per-minggu, dan bahkan per-bulan. Sehingga dapat anda gunakan untuk analisa anda secara historical maupun acuan trading anda. Dan dengan grafik dapat mempermudah pembacaan pergerakan harga dari tiap-tiap mata uang. Bila anda pengguna software MetaTrader, anda dapat memunculkan grafik dari mata uang yang anda inginkan dengan cara klik kanan di quote harga mata uangnya (di menu window sebelah kiri), setelah itu pilih Chart Window. Sedangkan untuk pengguna platform lain silahkan menghubungi pihak vendor ataupun brokernya untuk caranya.


Arti pergerakan grafiknya:
Untuk mata uang yang base currencynya USD (USD/JPY, USD/CHF, USD/….)
- Bila grafiknya bergerak naik, hal tersebut menunjukkan mata uang USD sebagai
basenya sedang dalam keadaan menguat dan mata uang pembandingnya (contoh:JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga bila grafik USD/JPY bergerak naik itu berarti mata uang Jepang Yen sedang melemah terhadap USDollar dan USDollar sedang menguat terhadap mata uang Jepang Yen
- Bila grafiknya bergerak turun, hal tersebut menunjukkan mata uang USD sebagai
basenya sedang dalam keadaan melemah dan mata uang pembandingnya (contoh: JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga bila grafik USD/CHF bergerak turun itu berarti mata uang Swiss Franc sedang menguat terhadap USDollar dan USDollar sedang melemah terhadap mata uang Swiss Franc
Untuk mata uang yang base currencynya bukan USD (EUR/USD, GBP/USD, …/USD)
- Bila grafiknya bergerak naik, hal tersebut menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan melemah dan mata uang basenya (contoh: EUR, GBP) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga bila grafik GBP/USD bergerak naik itu berarti mata uang USDollar sedang melemah terhadap Poundsterling, dan Poundsterling sedang menguat terhadap mata uang USDollar
- Bila grafiknya bergerak turun, hal tersebut menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan menguat dan mata uang basenya (contoh: EUR, GBP) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga bila grafik EUR/USD bergerak turun itu berarti mata uang USDollar sedang menguat terhadap Euro, dan Euro sedang melemah terhadap mata uang USDollar

Bunga (Interest) atau Rollover / Swap / Premium
Di Forex juga terdapat bunga (overnight interest) bila open posisi anda sampai menginap lebih dari 1 hari (melewati sekitar jam 4 pagi WIB (GMT+7)). Dan bunga di forex ada yang positif dan ada pula yang negatif. Bila anda terkena bunga positif maka open posisi anda akan mendapatkan tambahan cash setiap harinya, tetapi bila anda terkena bunga negatif maka cash equity anda dapat tergerus (berkurang) oleh bunga yang negatif tersebut sampai open posisi anda tersebut diclose.
Keterangan :
Bunga positif dan negatif ditentukan dari jenis transaksi anda (Buy atau Sell) dan juga suku bunga dari mata uang negara yang bersangkutan, sehingga jika terjadi perubahan suku bunga dari suatu negara maka juga berakibat pada perubahan bunga overnight ini.Untuk perhitungan bunga overnight ini silahkan anda menghubungi pihak perusahaan broker anda masing-masing, karena tiap-tiap perusahaan mempunyai aturan bunga yang berbeda-beda. Tetapi jika anda pengguna platform software MetaTrader, maka anda dapat melihat bunga-bunganya dengan cara berikut :


- Klik kanan di quote harga mata uang pada menu window sebelah kiri
- Pilih Symbols
- Pilihlah mata uang yang ingin anda lihat bunganya, setelah itu klik “Properti”
- Disana anda dapat melihat nilai bunganya jika open posisi order anda sampai menginap, yaitu bunga untuk posisi Buy (Long) berapa dan juga bunga untuk posisi Sell (Short) berapa. Dan biasanya nilai bunga adalah dalam bentuk point.
Contoh :
Contract Size = 100000
Swap Type = USD
Swap Long = 12.24 (bunga positif untuk posisi Buy per harinya)
Swap Short = -13.95 (bunga negatif untuk posisi Sell per harinya)
Berdasar dari contoh diatas, jika open posisi Buy anda menginap maka anda setiap harinya akan mendapatkan tambahan extra $12.24 di cash equity anda, sedangkan jika open posisi Sell yang menginap akan mengurangi cash equity anda sebanyak -$13.95 per harinya. (dalam contoh itu adalah untuk penggunaan lot 1.0 = contract size 100k, tetapi jika penggunaan lot 0.1 (mini) maka nilai bunga tersebut harus anda bagi dengan 10 lagi. Perlu diperhatikan, bahwa hari sabtu, minggu dan hari libur bunga tetap dihitung, oleh karena itu harus anda perhatikan perhitungannya. Dan bunga dihitung dari quantity contract size anda dan bukan dari modal anda.
(1 lot = quantity contract size $100,000 ; 0.1 lot = quantity contract size $10,000)
Jika Swap Type tersebut adalah dalam bentuk point, maka harus anda convert terlebih dahulu ke dalam USDollar

Hedging / Locking
Yaitu suatu fasilitas yang dimana anda bisa membuka suatu open order Buy dan Sell di mata uang yang sama (jumlah lot yang sama pula) dan tanpa diclose salah satu posisinya, teknik ini digunakan untuk mengunci posisi anda yang dimana biasanya digunakan untuk mengunci posisi yang sedang floating loss.
Contoh :
Anda open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 dan kemudian anda menderita loss hingga 50 point (turun ke 1.2950) kemudian di posisi 1.2950 tersebut anda kunci (hedging) dengan cara open order Sell baru di 1.2950 pada EUR/USD lagi. Sehingga dengan cara ini maka loss anda akan tetap floating -50 point terus, sampai nanti salah satu atau kedua posisi hedging tersebut anda close. Jadi meskipun harganya turun terus ke arah 1.2500 pun posisi loss anda tetap -50 point. Disamping itu hedging dapat pula digunakan untuk variasi teknik trading anda.


ISTILAH-ISTILAH UMUM DI FOREX
Hectic / Fast Market :
Yaitu pergerakan market yang sangat signifikan dan dapat menyebabkan harga bergerak sangat cepat dan terjadi lompatan harga. Hal ini biasanya disebabkan oleh berita penting ataupun hal-hal lain yang dapat menyebabkan pergerakan yang sangat tinggi di market. Dan bila anda order di saat hectic kemungkinan besar dapat terjadi slippage ataupun delay dan requote, karena harus menyesuaikan dengan harga yang bergerak cepat tersebut.
Slippage
Yaitu suatu keadaan yang dimana order kita meleset sejauh beberapa point dari titik yang kita order
Titik Resistance :
Titik harga dimana harga akan sulit menembus batas level atas tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya harga akan dapat melonjak naik lagi hingga menjumpai titik resistance berikutnya.
Titik Support :
Titik harga dimana harga akan sulit menembus batas level bawah tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya harga akan dapat mengalami penurunan lagi hingga menjumpai titik support berikutnya.
Expert Advisor :
Yaitu suatu fasilitas yang disediakan oleh Platform MetaTrader untuk dapat melakukan suatu automatic trading dengan menggunakan bahasa pemrograman (script) atau robot

Read More......
Template by : FXMap